Jumat, 21 Maret 2014

Setengah Aktivitasku part 1


             Setelah menempuh  delapan jam kumencari rejeki. Tiba waktunya untuk menengadah ke atas langit dalam pencarianku ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam pencarianku yang lebih tinggi itulah aku berusaha menggapainya dengan hadir di suatu perguruan tinggi swasta di daerah Dukuh Menanggal. Lebih tepatnya bernama Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

            Pada saat itu tepat Pk 18.00 WIB, aku sudah berada di kampus, kulihat belum banyak yang datang teman-teman kuliahku. Tak lama juga teman-temanku segera datang ke kampus satu persatu, yaaa meski tidak sampai semua teman kelasku masuk. Akhirnya tak lama aku mencari ruang dan memanggil dosen pengajar yang mengajar saat itu. Dalam proses belajar mengajar inilah aku merasakan suasana yang beda pada dosen pengajar baru yang kebetulan juga merupakan mahasiswa di perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya. Namanya beliau Pak Tomo. Dosen ini mengajar padaku mata kuliah Pemrograman. Beliau terlihat muda dan enak dalam mengajarnya. Bisa dibilang enak karena tidak monoton serius dalam mengajar dan sesekali diselingi dengan candaan ala mahasiswa. Beliau juga pandai dalam meramu pengajarannya agar mata kuliahnya mudah diserap dan diterima oleh mahasiswanya. Aku sendiripun bisa dibilang jelas meski terkadang ada sedikit yang belum kumengerti.


               Perlahan demi perlahan akhirnya mata kuliah Pemrograman telah usai dan segera kumencari dosen pengajar berikutnya. Dosen berikutnya yang mengajar aku adalah Pak Anjang dengan mata kuliah Interaksi Manusia dan Komputer. Dalam pengajaran yang terhitung pertama kali, beliau memberikan penawaran sistem pengajaran yang mudah dibanding dengan yang lainnya. Bagaimana tidak? tawaran tersebut langsung aku dan teman-temanku sepakati saja. Yakni dengan membuat sebuah situs pribadi yang nantinya akan menjadi sebuah hasil ujian pada mid semester. Hingga dalam suatu saatnya nanti situs pribadi haruslah dipresentasikan agar dosen pengajar dapat memberikan penilaian.


               Dari kesemuanya itu aku patut berbangga kepada Tuhan Yang Maha Esa telah diberikan kesempatan untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi yang telah lama aku inginkan sekian lama dengan penuh perjuangan. Aku tak akan menyerah sampai disini hingga sampai kesejahteraan kuraih dan menentramkan orang yang kukasihi. Akhir kata kusampaikan berakit rakit ke hulu bersenang-senang kemudian, bersakit-sakit dahulu sampai jumpa kemudian.